Boss-mails.com, Klik dapet duit. coba aja Klik di bawah ini.

boss-mails.com

Kamis, 25 September 2008

Buka Puasa Ajib

Di hari keberapa puasa lupa gue, gue udah nyidam buka puasa pake menu yang bener2 Ajiiiiib, seperti kata Fauzi Baadila di acara SCTV Nikmatnya Dunia. Dari beberapa kandidat kuliner spot di surabaya, akhirnya terpilihlah satu Spot yang kayanya cocok and worthed banget buat berbuka. Intinya gue pingin nih puasa bener2 nikmat deh, feel the sensation of ramadhan lah. Oh ya kebanyakan bumbu sampe lupa ngasi tau dimana gue akhirnya berbuka. Nah gue milih Rumah Makan Ampel di jalan Walikota Mustajab atau yang orang Surabaya lebih sering sebut Jalan Ondomohen. Wah pas parkir, udah kecium bau kambing oven, sate kambing yang lagi dibakar... Nah tapi berhubung Doi dari siang udah bilang nyidam makan nasi kebuli gara2 teracuni acara wisata kulinernya Mr. Bondan . Akhirnya nasi kabuli harus masuk ke dalam List, kedua karena gue udah berhari2 nyidam sate kambing, akhirnya tanpa mikir, gue pesenlah tuh sate kambing special tanpa lemak. sambil nunggu adzan maghrib, aku ngobrol2, becanda2, cubit2an, towel2an sama si Doi hehehe, eh iya ga boleh ya? kan belum buka? hehehe...akhirnya datang takjil duluan dengan wujud semangkuk kecil kurma plus minuman rempah yang alamaaak aromanya rempah banget, kecium jahe, kapulaga, sama kayumanis di dalam minuman berwarna kuning jernih.


Setelah beberapa saat akhirnya azan maghrib pun berkumandang... Alhamdulillah, aku makan sebutir kurma, sambil minum minuman khas arab, maknyossss terasa hangat mengalir di kerongkongan yang seharian tidak tersentuh apapun...setelah itu datanglah semua pesenan kami, dua porsi nasi kabuli, satu porsi sate kambing special dan dua teh manis hangat... Well let the party get started guys... Hajarrrr


Pertama yang gue santap adalah nasi kabulinya, tekstur nasinya lembut, beda dengan nasi kabuli dari rumah makan almutlik di ampel yang teksturnya lebih keras. untuk lauk kambingnya di RM makan Ampel ini menggunakan krengsengan kambing. kombinasi aroma minyak samin dengan krengsengan kambing plus acar bener2 bikin bangkit nafsu makan, apalagi abis nyuapin tuh nasi kabuli, aku gigit satenya, dan ternyata emang terasa banget kalo kambingnya masi muda, soalnya dagingnya lembut bgt. pokoke maknyuss deh. Cuma ada satu kekurangan buat sate di RM Ampel ini, yaitu bumbunya kurang banget jadi kurang lega aja buat saya yang doyan bumbu. orang cerita2 ke orang aja pake gue bumbuin, apalagi makanan? hehehe apa sih? ga penting yah? Intinya akhir dari kisah ini adalah semuanya bahagia, dan tentu saja kenyang hehehe, ya iyalah... Akhirnya bisa kuliat senyum di wajah si Doi, namun dengan mata teler soalnya kekenyangan heehe... Yo wis lah Rek POKOKE MAK NYUSS...

Minggu, 31 Agustus 2008

10 Langkah Menyambut Ramadhan

Semoga artikel yang saya ambil ini bermanfa'at bagi kita semua untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan kali ini. Amin Ya Rabb'Alamin..

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

(Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)

Jumat, 29 Agustus 2008

Aku Tidak Malu Jadi Orang Indonesia

 

Aku tidak malu jadi orang Indonesia ... 
Biar orang bilang apa saja, biar, biar ... 
Indonesia negara paling korup di dunia 
Indonesia negara gagal 
Indonesia negara lemah 
Indonesia melanggar HAM 
Elite Indonesia serakah harta dan kekuasaan 
Presiden-presiden Indonesia dilecehkan humoris 
Dengarlah, Bung Karno dimanfaatkan komunis 
Pak Harto dimanfaatkan putra-putrinya 
Habibie dimanfaatkan konco-konconya 
Gus Dur dimanfaatkan tukang pijitnya 
Megawati dimanfaatkan suaminya 
Catatlah, Bung Karno menciptakan keamanan dan 
persatuan bangsa 
Pak Harto menciptakan kemakmuran bangsa dan 
keluarganya 
Habibie menciptakan demonstrasi 
Gus Dur menciptakan partai kebangkitan bangsa 
Megawati menciptakan kenaikan-kenaikan harga

Alah mak, Bung Karno turun dari presiden karena Supersemar 
Pak Harto turun dari presiden karena superdemo 
Habibie turun dari presiden karena supertransisi 
Gus Dur turun dari presiden karena superskandal 
Megawati turun-temurun jadi presiden 
Maka Anda tahu sekarang kenapa 
Aku tidak malu jadi orang Indonesia

Indonesia punya istilah-istilah khas di dunia korupsi 
Ada ahli gizi yang Nurcholis Madjid tidak mampu penuhi 
Ada istilah angpao untuk uang atensi 
Ada amplop untuk bikin kocek tebal berisi 
Ada saweran duit untuk membayar pengacara hitam dan 
menyuap aparat hukum 
Ada prosedur untuk menilep uang rakyat dan institusi 
dilakukan beramai-ramai oleh gubernur, bupati, 
walikota, anggota DPRD dan DPR 
Ada tren yang kuat menguasai kaum koruptor

Simaklah sejarah bangsa dan Tanah Air 
Semenjak dulu zaman kompeni 
Pegawai VOC kirim laporan Kepada Heren Zeventien di 
Tanah Wolanda 
Elke Regent Heeft zijn Chinees 
Tiap Bupati punya orang Cinanya 
Maknanya jelas pejabat feodal dihidupi pedagang Cina 
Syahdan, Susuhunan Amangkurat II dari Mataram 
Mengutus misi sembilan duta ke Batavia 
Minta kepada Bapak Kompeni 
Agar dikirimi cinderamata 
Mulai dari ayam Belanda, kuda Persia hingga gadis 
Makassar 
Jangan lupa putri Cina untuk jadi selir Raja 
Kraton Kartasura menebar bau korupsi, seks dan duit 
Ditambah intrik-intrik kalangan pangeran 
Bagaimana kerajaan tidak akan binasa? 
Itulah warisan sejarah dari generasi ke generasi 
Sehingga yang tampak kini di bumi persada Pertiwi 
Adalah kiriman genetik kepada kita semua 
Anda dan aku tidak terlepas dari hukumnya

Maka Anda tahu sekarang kenapa

Aku tidak malu jadi orang Indonesia 
Sebab memang begitulah nasibku 
Kismet, kata orang bijak-bestari 
Korupsi adalah sejenis vampir 
Makhluk halus bangkit kembali dari kubur 
Kemudian keluar pada malam hari 
Dan mengisap darah manusia yang sedang tidur 
Di layar film Hollywood wujudnya adalah Count Dracula 
yang bertaring 
Diperankan aktor Bela Lugosi 
Vampir yang hilang kesaktiannya bila terkena sinar 
matahari 
Akan tetapi drakula-drakula Indonesia tetap perkasa 
Beroperasi 24 jam, ya malam ya siang mencari korban 
Sehingga sia-sialah aksi melawan korupsi membasmi 
drakula 
Yang telah merasuki rongga dan jiwa aparat negara 
Yang membuat media memberitakan 
Akibat bisnis keluarga pejabat, Tutut-Tutut baru 
bermunculan.

Aku orang terpasung dalam terungku kaum penjarah harta 
negara

Akan aneh bila berkata aku malu jadi orang Indonesia

Sorry ya, Aku tidak malu jadi orang Indonesia 
Kuhibur diri dengan sajakku magnus opus karya sang 
Empu 
Sajak pendek yang berbunyi: 
Katakan beta 
Manatah batas 
Antar gila Dengan waras 
Sorry ya, inilah puisiku melawan korupsi 
Siapa takut?

H Rosihan Anwar

For you para gombal-ers :)

Cowok : Mbak jangan pegangan sama besi kereta..
Cewek : Emang kenapa..?
Cowok : Kayaknya besinya kotor tuh..pegangan sama aku aja...
 

X : "yank..bisa bantuin aku ga?"
Y : "bantuin apa?"
X : "ngegambar yank...mau ga??"
Y : "ngegambar apa?"
X : "bantuin aku gambar.....peta dari hati aku ke hati kamu"

Cowok: Maaf mba, jangan terlalu lama duduk dikursi itu, pindah dideket
saya aja
Cewek: Loh?? kenapa??
Cowok: Takut dikerubung semut.. soalnya mba manis..

Cowok : Mbak, orang tuanya pengrajin bantal ya..?
Cewek : Hah..!!!? bukan..Emang kenapa..?
Cowok : kok kalo deket sama mbak rasanya nyaman yach..

Cowok : Mbak jangan ngomong ya..
Cewek : Lho.. emang kenapa..?
Cowok : Karena biasanya aku malemnya enggak bisa tidur.. kalo abis
denger suara dari bibir yang indah...
 

x : beyb... kmu punya guru fisika gak.
y : ada, emangnya knp..??
x : tanyain dong!!!
y : tanyain apaan..? PR kamu...??
x : bukannn.!!! tanyain dia kenapa si kok kutub2 hati aku selalu
ngedeketin hati kmu

Cowok : Mbak bajunya enggak pernah disetrika ya..?
Cewek : Enak aja... emang kenapa..?
Cowok : biasanya kalo cewek udah cantik enggak perlu lagi nyetrika
baju..

Cowok: "kamu itu seperti sendok..."
Cewek: "Kenapa?"
Cowok: "Karena kamu ngaduk-ngaduk perasaan aku..."

Cowok: "Kamu sekali-sekali nyuci piring dooonk"
Cewek: "Hah? emang kenapa ?"
Cowok: "Ini tangan kamu terlalu lembut..."

Cowok: "Kamu pasti enggak pernah maen bola ya.."
Cewek: "Iya laaah.. emang kenapa...?"
Cowok: "Soalnya kaki kamu bagus banget...."

Cowok: "Mbak punya uang koin ? Boleh minta ?"
Cewek: "Buat apa ?"
Cowok: "Aku udah janji sama ibu kalau aku akan menelepon dia bila aku
jatuh cinta"

ce: say, klo mama kamu & aku tenggelam samaan, siapa yang kamu tolong..?
co: ya mama aku lah.. emang kamu yang lahirin aku..?
ce: ih kamu..
co: iya, tapi abis selamatin mama aku, aku akan tenggelam bersama kamu..

ceweq : yank...
cowoq : hmmm...
ceweq : yank...
cowoq : hmmm... napa?
ceweq : yank, aku kyknya ga enak badan d...
cowoq : ga enak badan kenapa...
ceweq : jantung ku rada sakit gt...
cowoq : sakitnya kyk gimana?
ceweq : jantung ku sakit kl jauh dari km

I wish i were a tear.
So i could born in your eyes.
Life on your face.
And die on your lips.

entah knapa aku yakin banget bokap kamu pasti punya pabrik kapas...
makanya aku selalu merasa hangat kalo di deket kamu...
kmaren aku udah ke dokter mata sesuai permintaan kamu...
dokter kaget karna ternyata di mata aku selalu ada kamu...

cewe: nanti klo aku uda dket, aku miskol deh..
cowo: ga usah, i can sense when u r around..

x : hmm maaf yaa belakangan ini tanganku agak kasar...
y : ahh gapapa kok, emangnya knp??
x : soalnya aku tiap hari jadi kuli
y : yang bener kmu?? dimana?
x : di hati kamu, aku selalu buatin istana cinta buat kita berdua -->plg
najis

x : saayyaaangggg, papah kamu astronot ya..?
y : enggak kok..
x : kalo gitu pasti kakek kamu dong
y : enggak juga kok...
x : tru yang astronot siapa..?
y : enggak ada...
x : tapi kok ada berjuta2 bintang si di mata kmu...


y : cintaku... cita2 kamu apaan si..??
x : aku kalo udah gede mau jadi dokter bedah
y : lho..? emangnya knapa??
x : biar aku bisa belah dada kamu, terus aku nulisin nama aku di hati
kamu

sayangg...
x : aku boleh liat punggung kamu gak??
y : emangnya ada apaan??
x : aku mau liat sayapnya seorang bidadari cantik kayak kamu beyb...,

x : sayang pasti di rumah kamu banyak lebah yaa
y : ahh sok tau kamu ni...
x : pasti iyalah, kan ada madunya yang cantik bgt... yaitu kmu

x : sayanggg... aku minta kunci gembok dong...!!!
y : buat apaan si emangnya.??
x : buat buka hati aku, terus aku masukin cinta kamu.... habis itu aku
kunci rapet2 biar kamu selalu ada di hati aku...

DZZZBBB!!  AAARRRRGGGHH! !!!  --> mati kepanah.

 


Mengapa Pria Selingkuh?


Poling yang dilakukan terhadap lelaki berusia 25-35 tahun dari berbagai profesi terungkap, terdapat perbedaan yang cukup krusial antara batasan selingkuh di mata mereka dan Anda. Ada yang bilang, kalau hanya kencan biasa itu bukan selingkuh.

Yang lainnya mengatakan bahwa mereka baru boleh dicap selingkuh kalau sudah sampai berhubungan fisik, seperti one night stand. Dari mereka yang mengaku berselingkuh, pertanyaannya kemudian, mengapa mereka bisa sampai tidak tahan terhadap godaan perempuan lain? Inilah pengakuan mereka. 

1. Standar berubah 
Di awal pacaran, faktor ketertarikan fisik biasanya dominan. Seiring berkembangnya hubungan, standar ini bergeser. Ada kebutuhan lain yang jadi prioritasnya yang dalam pandangannya tak bisa dipenuhi pasangan. 

2. Butuh tantangan 
Beberapa pria menganggap perselingkuhan seperti tantangan. Butuh nyali besar dan kepintaran atur strategi untuk main api tanpa ketahuan. Selain itu, mereka juga tak bisa lupa asyiknya menaklukkan lawan jenis.

3. Rehat dari Komitmen 
Saat hubungan mulai serius, ada komitmen yang harus dipegang. Keadaan ini kerap membuat mereka terbebani. Mereka butuh pelarian, dan yang mereka pilih adalah perempuan lain. 

4. Ego 
Ternyata, bagi sebagian besar lelaki, tak ada yang lebih bisa mendongkrak percaya dirinya daripada kenyataan bahwa masih ada perempuan selain pasangan yang tertarik padanya. 

5. Bosan ah.. 
Dengan alasan jenuh pada pasangan, mereka berselingkuh. Bersama perempuan lain, mereka seperti menemukan kesegaran baru. Ada pengalaman baru yang mereka temui, dan ini membuat mereka bergairah. 

6. Just for fun 
Jika perempuan lebih banyak dikuasai oleh otak kanan, maka mereka lebih dikuasai otak kiri. Mereka jarang dikuasai emosi sehingga di mata mereka, perselingkuhan tidak memerlukan keterlibatan emosi tinggi.

7. Tak Tahan Godaan 
Tak ada kucing yang menolak ikan, begitu anekdot untuk para pria mata keranjang. "Siapa yang tahan digoda perempuan cantik? Sekuat-kuatnya pertahanan, lama-lama runtuh juga," dalih Rio (27), marketing sebuah bank. 

8. Koleksi dan Seleksi 
Bagi sebagian pria, selama janur kuning belum melengkung, berkencan dengan perempuan lain adalah wajar. "Lebih baik selingkuh sebelum menikah kan daripada setelahnya? Walau sudah serius kan bukan berarti dia jodoh saya. Daripada salah pilih, lebih baik lihat-lihat dulu," kata Sofyan (30), desainer web. 

9. Rebounds 
Alasan klasik ini masih sering digunakan para lelaki untuk melegalisasi perselingkuhan mereka. Mereka berselingkuh karena pasangannya lebih dulu berselingkuh. 

10. Tidak Puas 
Mereka mudah pindah ke lain hati jika tak puas terhadap pasangannya, baik dalam soal fisik maupun emosi. Lebih dari satu saja kebutuhan mereka tidak terpenuhi, dia dengan gampangnya menerima perempuan lain. 

11. Gap Komunikasi 
Komunikasi yang sering tak nyambung dengan pasangan dijadikan alasan mereka untuk berpaling pada perempuan lain yang lebih bisa diajak ngomong. 

12. Terlalu Posesif 
Ke mana pun pergi atau apa pun yang dikerjakan, harus lapor kepada pasangannya. Ketika kebebasan tak didapat, mereka akan mencuri-curi. Laki-laki seperti anak kecil, makin dilarang, mereka  makin bengal. 

13. Pasangan Susah Gaul 
Anda sering menolak diajak kumpul, padahal mereka senang memamerkan pasangannya ke lingkungan pergaulannya. Apalagi, jika teman-temannya memuji Anda. Anda yang dipuji, dia lho yang merasa bangga. 

14. Pasangan Kelewat Manja 
Harus mengantar ke salon, sering mengeluh kepanasan merupakan kemanjaan perempuan yang kalau kelewat sering mereka dengar bisa jadi alasan untuk kabur ke perempuan yang lebih mandiri. Menurut  mereka, kombinasi antara sikap manja dan mandiri sangat dibutuhkan dalam hubungan. 

15. Minder dengan Pasangan 
Punya pasangan yang lebih sukses darinya kadang jadi bumerang. Di satu sisi dia ingin perempuannya mandiri, tapi di sisi lain egonya sebagai laki-laki menginginkan dia yang harus lebih sukses. 

16. Terlalu Mengatur 
"Tidak ada yang lebih membuat saya merasa gerah daripada menghadapi pasangan yang hobi mengatur, bahkan sampai pilihan kaus kaki yang harus saya pakai," kata Deni (30), staf IT. 

17. Memang Dasarnya Tak Setia 
Perempuan bagi mereka hanya untuk sekadar senang-senang saja. Dia menebarkan rayuan maut kepada setiap perempuan. Dia tidak pernah setia karena baginya kesetiaan adalah barang langka.

Ika Nurul Syifaa

Jumat, 22 Agustus 2008

Renungan Bagi yang merasa LEBIH

Sejak bekerja saya tidak pernah lagi berkunjung ke Perpustakaan Soemantri Brodjonegoro di Jalan Rasuna Said, Jakarta. Tapi, suatu hari ada kerinduan dan dorongan yang luar biasa untuk ke sana. Bukan untuk baca buku, melainkan makan gado-gado di luar pagar perpustakaan. Gado-gado yang dulu selalu membuat saya ngiler. Namun baru dua tiga suap, saya merasa gado-gado yang masuk ke mulut jauh dari bayangan masa lalu. Bumbu kacang yang dulu ingin saya jilat sampai piringnya mengkilap, kini rasanya amburadul. Padahal ini gado-gado yang saya makan dulu. Kain penutup hitamnya sama. Penjualnya juga masih sama. Tapi mengapa rasanya jauh berbeda?
 

Malamnya, soal gado-gado itu saya ceritakan kepada istri. Bukan soal rasanya yang mengecewakan, tetapi ada hal lain yang membuat saya gundah.

Sewaktu kuliah, hampir setiap siang, sebelum ke kampus saya selalu mampir ke perpustakaan Soemantri Brodjonegoro. Ini tempat favorit saya. Selain karena harus menyalin bahan-bahan pelajaran dari buku-buku wajib yang tidak mampu saya beli, berada di antara ratusan buku membuat saya merasa begitu bahagia. Biasanya satu sampai dua jam saya di sana. Jika masih ada waktu, saya melahap buku-buku yang saya minati. Bau harum buku, terutama buku baru, sungguh membuat pikiran terang dan hati riang. Sebelum meninggalkan perpustakaan, biasanya saya singgah di gerobak gado-gado di sudut jalan, di luar pagar. Kain penutupnya khas, warna hitam. Menurut saya, waktu itu, inilah gado-gado paling enak seantero Jakarta. Harganya Rp 500 sepiring sudah termasuk lontong. Makan sepiring tidak akan pernah puas. Kalau ada uang lebih, saya pasti nambah satu piring lagi. Tahun berganti tahun. Drop out dari kuliah, saya bekerja di Majalah TEMPO sebagai reporter buku Apa dan Siapa Orang Indonesia. Kemudian pindah menjadi reporter di Harian Bisnis Indonesia. Setelah itu menjadi redaktur di Majalah MATRA. Karir saya terus meningkat hingga menjadi pemimpin redaksi di Harian Media Indonesia dan Metro TV.

Sampai suatu hari, kerinduan itu datang. Saya rindu makan gado-gado di sudut jalan itu. Tetapi ketika rasa gado-gado berubah drastis, saya menjadi gundah. Kegundahan yang aneh. Kepada istri saya utarakan kegundahan tersebut. Saya risau saya sudah berubah dan tidak lagi menjadi diri saya sendiri. Padahal sejak kecil saya berjanji jika suatu hari kelak saya punya penghasilan yang cukup, punya mobil sendiri, dan punya rumah sendiri, saya tidak ingin berubah. Saya tidak ingin menjadi sombong karenanya.

Hal itu berkaitan dengan pengalaman masa kecil saya di Surabaya. Sejak kecil saya benci orang kaya. Ada kejadian yang sangat membekas dan menjadi trauma masa kecil saya. Waktu itu umur saya sembilan tahun. Saya bersama seorang teman berboncengan sepeda hendak bermain bola. Sepeda milik teman yang saya kemudikan menyerempet sebuah mobil. Kaca spion mobil itu patah.

Begitu takutnya, bak kesetanan saya berlari pulang. Jarak 10 kilometer saya tempuh tanpa berhenti. Hampir pingsan rasanya. Sesampai di rumah saya langsung bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Upaya yang sebenarnya sia-sia. Sebab waktu itu kami hanya tinggal di sebuah garasi mobil, di Jalan Prapanca. Garasi mobil itu oleh pemiliknya disulap menjadi kamar untuk disewakan kepada kami. Dengan ukuran kamar yang cuma enam kali empat meter, tidak akan sulit menemukan saya. Apalagi tempat tidur di mana saya bersembunyi adalah satu-satunya tempat tidur di ruangan itu. Tak lama kemudian, saya mendengar keributan di luar. Rupanya sang pemilik mobil datang. Dengan suara keras dia marah-marah dan mengancam ibu saya. Intinya dia meminta ganti rugi atas kerusakan mobilnya.

Pria itu, yang cuma saya kenali dari suaranya yang keras dan tidak bersahabat, akhirnya pergi setelah ibu berjanji akan mengganti kaca spion mobilnya. Saya ingat harga kaca spion itu Rp 2.000. Tapi uang senilai itu, pada tahun 1970, sangat besar. Terutama bagi ibu yang mengandalkan penghasilan dari menjahit baju. Sebagai gambaran, ongkos menjahit baju waktu itu Rp 1.000 per potong. Satu baju memakan waktu dua minggu. Dalam sebulan, order jahitan tidak menentu. Kadang sebulan ada tiga, tapi lebih sering cuma satu. Dengan penghasilan dari menjahit itulah kami – ibu, dua kakak, dan saya – harus bisa bertahan hidup sebulan.

Setiap bulan ibu harus mengangsur ganti rugi kaca spion tersebut. Setiap akhir bulan sang pemilik mobil, atau utusannya, datang untuk mengambil uang. Begitu berbulan-bulan. Saya lupa berapa lama ibu harus menyisihkan uang untuk itu. Tetapi rasanya tidak ada habis-habisnya. Setiap akhir bulan, saat orang itu datang untuk mengambil uang, saya selalu ketakutan. Di mata saya dia begitu jahat. Bukankah dia kaya? Apalah artinya kaca spion mobil baginya? Tidakah dia berbelas kasihan melihat kondisi ibu dan kami yang hanya menumpang di sebuah garasi?

Saya tidak habis mengerti betapa teganya dia. Apalagi jika melihat wajah ibu juga gelisah menjelang saat-saat pembayaran tiba. Saya benci pemilik mobil itu. Saya benci orang-orang yang naik mobil mahal. Saya benci orang kaya.

Untuk menyalurkan kebencian itu, sering saya mengempeskan ban mobil-mobil mewah. Bahkan anak-anak orang kaya menjadi sasaran saya. Jika musim layangan, saya main ke kompleks perumahan orang-orang kaya. Saya menawarkan jasa menjadi tukang gulung benang gelasan ketika mereka adu layangan. Pada saat mereka sedang asyik, diam-diam benangnya saya putus dan gulungan benang gelasannya saya bawa lari. Begitu berkali-kali. Setiap berhasil melakukannya, saya puas. Ada dendam yang terbalaskan.

Sampai remaja perasaan itu masih ada. Saya muak melihat orang-orang kaya di dalam mobil mewah. Saya merasa semua orang yang naik mobil mahal jahat. Mereka orang-orang yang tidak punya belas kasihan. Mereka tidak punya hati nurani.

Nah, ketika sudah bekerja dan rindu pada gado-gado yang dulu semasa kuliah begitu lezat, saya dihadapkan pada kenyataan rasa gado-gado itu tidak enak di lidah. Saya gundah. Jangan-jangan sayalah yang sudah berubah. Hal yang sangat saya takuti. Kegundahan itu saya utarakan kepada istri. Dia hanya tertawa. ‘’Andy Noya, kamu tidak usah merasa bersalah. Kalau gado-gado langgananmu dulu tidak lagi nikmat, itu karena sekarang kamu sudah pernah merasakan berbagai jenis makanan. Dulu mungkin kamu hanya bisa makan gado-gado di pinggir jalan. Sekarang, apalagi sebagai wartawan, kamu punya kesempatan mencoba makanan yang enak-enak. Citarasamu sudah meningkat,’’ ujarnya. Ketika dia melihat saya tetap gundah, istri saya mencoba meyakinkan, “Kamu berhak untuk itu. Sebab kamu sudah bekerja keras.”

Tidak mudah untuk untuk menghilangkan perasaan bersalah itu. Sama sulitnya dengan meyakinkan diri saya waktu itu bahwa tidak semua orang kaya itu jahat. Dengan karir yang terus meningkat dan gaji yang saya terima, ada ketakutan saya akan berubah. Saya takut perasaan saya tidak lagi sensisitif. Itulah kegundahan hati saya setelah makan gado-gado yang berubah rasa. Saya takut bukan rasa gado-gado yang berubah, tetapi sayalah yang berubah. Berubah menjadi sombong.

Ketakutan itu memang sangat kuat. Saya tidak ingin menjadi tidak sensitif. Saya tidak ingin menjadi seperti pemilik mobil yang kaca spionnya saya tabrak.

Kesadaran semacam itu selalu saya tanamkan dalam hati. Walau dalam kehidupan sehari-hari sering menghadapi ujian. Salah satunya ketika mobil saya ditabrak sepeda motor dari belakang. Penumpang dan orang yang dibonceng terjerembab. Pada siang terik, ketika jalanan macet, ditabrak dari belakang, sungguh ujian yang berat untuk tidak marah. Rasanya ingin melompat dan mendamprat pemilik motor yang menabrak saya. Namun, saya terkejut ketika menyadari yang dibonceng adalah seorang ibu tua dengan kebaya lusuh. Pengemudi motor adalah anaknya. Mereka berdua pucat pasi. Selain karena terjatuh, tentu karena melihat mobil saya penyok.

Hanya dalam sekian detik bayangan masa kecil saya melintas. Wajah pucat itu serupa dengan wajah saya ketika menabrak kaca spion. Wajah yang merefleksikan ketakutan akan akibat yang harus mereka tanggung. Sang ibu, yang lecet-lecet di lutut dan sikunya, berkali-kali meminta maaf atas keteledoran anaknya. Dengan mengabaikan lukanya, dia berusaha meluluhkan hati saya. Setidaknya agar saya tidak menuntut ganti rugi. Sementara sang anak terpaku membisu. Pucat pasi. Hati yang panas segera luluh. Saya tidak ingin mengulang apa yang pernah terjadi pada saya. Saya tidak boleh membiarkan benih kebencian lahir siang itu. Apalah artinya mobil yang penyok berbanding beban yang harus mereka pikul.

Maka saya bersyukur. Bersyukur pernah berada di posisi mereka. Dengan begitu saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Setidaknya siang itu saya tidak ingin lahir sebuah benih kebencian. Kebencian seperti yang pernah saya rasakan dulu. Kebencian yang lahir dari pengalaman hidup yang pahit.
From www.kickandy.com

Kamis, 21 Agustus 2008

MENGAPA LELAKI BERBOHONG???

Suatu hari, ketika sedang menebang pohon, seorang penebang kayu kehilangan kapaknya karena jatuh ke sungai.Lalu dia menangis dan berdoa, sehingga Dewa muncul."Mengapa kamu menangis?"Si penebang kayu sambil terisak menceritakan bahwa kapak sebagai sumber penghasilan satu-satunya telah jatuh kesungai.Lalu Dewa seketika menghilang dan muncul kembali membawa kapak emas."Apakah ini kapakmu?" tanya sang Dewa."Bukan, Dewa " jawab lelaki itu.Lalu Dewa menghilang dan muncul kembali membawa kapak perak."Apakah ini kapakmu?" tanya sang Dewa lagi."Bukan Dewa" lelaki itu tetap menggelengkan kepalanya.Setelah menghilang kembali dalam sekejap mata Dewa datang lagi dan kali ini membawa kapak yang jelek dengan pegangan kayu dan mata besi."Apakah ini kapakmu?""Ya, Dewa, benar ini kapak saya".Kamu orang jujur, karena itu Aku akan memberikan ketiga kapak ini untukmu sebagai upah kejujuranmu" . Lelaki itu sangat bersyukur dan pulang ke rumahnya dengan sangat gembira.Beberapa hari kemudian ketika sedang menyeberang sungai, istrinya terjatuh dan hanyut.Lagi, si penebang kayu menangis dan berdoa. Kemudian Dewa muncul."Mengapa kamu menangis?""Istri saya satu-satunya yang sangat saya cintai terjatuh ke sungai, Dewa"Lalu Dewa menghilang kedalam sungai dan muncul kembali dengan membawa Jennifer Lopez.Apakah ini istrimu?""Ya, Dewa" Lalu Dewa marah dan berkata "Kamu berbohong, kemana perginya kejujuranmu? " Lelaki itu dengan takut dan gemetar berkata, "Dewa, seandainya saya tadi menjawab tidak, Dewa akan kembali dengan membawa Britney Spears, dan jika saat itu saya juga menjawab tidak, Dewa akan kembali membawa istri saya yang asli, dan jika ketika itu saya menjawab iya, Dewa akan memberikan ketiganya untuk menjadi istri saya.Saya ini orang miskin Dewa, tidak mungkin saya bisa membahagiakan tiga orang istri..." PESAN MORAL DARI CERITA INI :Lelaki berbohong itu sebenarnya demi kebahagiaan orang lain...., terutama isterinya tercinta !!! ( Sumber dari situs sebelah)
Powered By Blogger